Paket Tour Luar Negeri

Ibu kota Uzbekistan adalah Tashkent. Kota ini sudah berusia lebih dari 2000 tahun. Nama Tashkent berubah dari masa ke masa. Pada awalnya bernama Chach, Shash, Binkent. Semua nama ini berhubungan dengan istilah “Tash” (batu) yang digunakan sebagai nama kota Tashkent (artinya “perkampungan batu”). Pada awalnya, kota ini tumbuh di tempat dengan nama yang serupa yang berada di persimpangan gunung yang berperan penting dalam perdagangan antara Timur dan Barat. Pada waktu itu, Tashkent merupakan benteng yang memukul mundur serangan suku nomaden. Tashkent juga masih menjadi pusat transportasi internasional penting.

Tempat-tempat menarik di Uzbekistan meliputi kota kuno Tashkent, Makam Kaffali-Shash, Madrasah Kukeldash, Museum Seni Nasional, Registan Square, Shir Dor dan Tilya Kari, Masjid Bibi Khanyum, Shah-e- Zinda, Museum Afraisab, Masjid Kalyan dan Menara Kalyan, Madrasah Ulug Beg, Kota Urgench, dan Galeri Seni Nukus.

Uzbekistan mungkin bukan negara tujuan wisata favorit traveler Indonesia. Tapi kalau sudah mengenal lebih jauh negara satu ini, dijamin kamu akan langsung tertarik untuk menginjakkan kaki di sana.

Uzbekistan adalah sebuah daratan tua di Asia Tengah yang hidup dengan banyak legenda dan sastra. Negara ini punya eksotisme yang luar biasa. Identik dengan padang pasir tanpa batas disertai deretan karavan unta, menara-menara anggun, madrasah-madrasah, makam berarsitektur oriental, lembar-lembar sutra cantik, sulaman emas kelas dunia hingga pemandangan budaya Islam abad pertengahan yang menawan.

Di samping itu, kalau kamu berkunjung ke Uzbekistan, ada banyak spot wisata indah yang menanti untuk disambangi. Apa saja ya? Kamu penasaran? Yuk langsung saja simak ulasannya.

Objek wisata pertama yang wajib dikunjungi saat berada di Uzbekistan adalah Tashkent. Tashkent adalah kota tua yang usianya sudah berabad-abad. Dahulu kota ini disebut Chach, Shash atau Binkent.

Tashkent dulunya merupakan lokasi pemberhentian dalam rute perdagangan Jalur Sutra dari Asia menuju Eropa. Nah di kota ini kamu bisa melihat keindahan tempat-tempat bersejarah seperti Khazret-Imam Mosque, Genuine Muskhafe-Usman Koran, Amir Temur Square & Museum, Kukeldash Madrassah, Old Town, sampai Independence Square.

Kota lain yang tak kalah penting untuk dikunjungi tentu saja adalah Samarkand. Samarkand adalah kota tua yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Pesona bangunan-bangunan tua yang bertengger megah di kota ini dijamin mampu memikat para pelancong untuk datang dan kembali lagi. Samarkand juga merupakan kota penting dalam sejarah Islam di Asia Tengah lho.

Sejumlah bangunan tua hingga kini masih kokoh berdiri menjadi saksi kejayaan Islam di masa lalu. Samarkand memiliki sederet monumen bersejarah. Dan Kubah Pirus Samarkand merupakan simbol arsitektur kota itu yang paling luar biasa.

Masih banyak lagi objek wisata menarik di Uzbekistan yang sayang jika dilewatkan. Kalau kamu penasaran, simak ulasan selengkapnya di sini.    

Imam al-Bukhari adalah teolog besar dari Timur. Dia berhasil mengumpulkan dan mencatat sekitar 600 ribu hadis, yaitu legenda berdasarkan kisah hidup atau ucapan Nabi. Hadis ini pun dirangkum dalam buku As Sahih, sebuah buku kedua yang paling paling penting setelah Quran bagi mayoritas Sunni.

Imam lahir di Bukhara di 810 tahun dan mengakhiri hidupnya di Samarkand. Dia dimakamkan di sebuah desa kecil Hartang, 30 km dari Samarkand. Makam Imam al-Bukhari di kompleks yang menempati wilayah yang sangat luas, ada makam, masjid, hotel bagi wisatawan dan peziarah, toko-toko suvenir dan sastra agama.

Makam Imam al-Bukhari merupakan salah satu situs ziarah utama di Uzbekistan. Makam ini pun menjadi salah satu tempat suci.
Dengan karyanya itu, maka ribuan wisatawan selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi bangunan megah dengan kubah berwarna biru ini.

Khiva merupakan salah satu dari sedikit kota di dunia yang bangunan bersejarahnya masih terawat sampai sekarang. Arsitektur monumental Khiva dari peninggalan akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19 membentuk kota yang penuh gairah selama tiga generasi sampai sekarang.

Kota Samarkand merupakan salah satu kota tertua yang terletak di Republik Uzbekistan. Kota ini menjadi terkenal dalam sejarah ke-Islaman masa lalu, karena menjadi tempat penyebaran agama Islam khususnya ke negara-negara Asia Tengah. 

Di samping itu, kota tersebut merupakan tempat tinggal para tokoh ulama terkenal. Menilik sejarahnya, Samarkand merupakan ibu kota Transoksania selama lima abad sejak masa dinasti Saman hingga dinasti Timur. Samarkand dan Bukhara adalah dua kota terpenting di Transoksania. 

Traveler yang datang ke Kota Khiva mungkin akan dibuat kagum dengan banyaknya bangunan bersejarah di Khiva yang seakan tidak dimakan oleh waktu. UNESCO bahkan telah menetapkan Khiva sebagai salah satu situs warisan dunia.

Berada di tengah gurun pasir, membuat Khiva seakan abadi dari terpaan perubahan yang terus berjalan di dunia luar. Di dalam Kota Khiva terdapat area bersejarah yang dikenal dengan nama Itchan Kala. Di sekelilingnya dibangun tembok tinggi yang terbuat dari tanah merah.

Di dalamnya traveker dapat melihat istana, masjid, hingga mausoleum, yang menampilkan keindahan arsitektur Islam yang dibangun pada masa jalur sutra dulu. Sedangkan di bagian luar, traveler dapat melihat berbagai pasar tradisional yang sangat eksotis.

Selain berkeliling mengagumi keindahan Kota Khiva, jangan lewatkan juga suguhan teh dan roti yang menjadi salah satu jamuan khas Uzbekistan. Tidak jauh berbeda dengan orang Inggris, orang Uzbekistan juga suka makan teh sambil minum roti.

Untuk Anda traveler pecinta sejarah dan kebudayaan Asia Tengah, mungkin bisa menjadikan Kota Khiva di Uzbekistan sebagai salah satu destinasi wisata berikutnya.

Bukhara adalah salah satu negeri dari negeri-negeri seberang sungai (bilad ma wara-u an-nahr). Sungai apakah yang dimaksud? Sungai panjang yang mengairi negeri-negeri Asia Tengah. Orang-orang Yunani menyebutnya Sungai Oxus. Orang Arab mengenalnya dengan nama Jeyhun. Pujangga Persia memujanya dengan Mulyan. Ada pula yang menamainya dengan Amu Darya, Sungai Amu, Panj, dan Vaksh.

Ya, Bukhara adalah sebuah kota yang terletak di Asia Tengah. Sebuah kota kuno yang merupakan bagian dari Republik Uzbekistan sekarang. di masa kejayaannya, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian negara bekas jajahan Uni Soviet itu. Ia juga menjadi tempat belajar, pusat kebudayaan, dan ilmu agama.

Luas Bukhara adalah 32% dari luas wilayah Uzbekistan. Dan kepadatan penduduknya 8,2% mewakili negara tersebut.



Hingga akhirnya, Bukhara jatuh ke tangan pemerintah Mongol. Di bawah kepemimpinan Jenghis Khan Bukhara sempat mengalami kehancuran. Banyak bangunan-bangunan penting dirusak bahkan dibakar.

Yang tersisa hanyalah sebuah Masjid bernama Masjid Jami’ dan sebagian istana. Namun kondisi kota itu berangsur pulih setelah kepemimpinan Jenghis Khan digantikan oleh putranya, Ogedei Khan.

Kini, Bukhara menjelma menjadi sebuah kota tua yang cantik. Banyak wisatawan sengaja datang ke Uzbekistan sekadar ingin menyambangi kota kelahiran Imam Bukhari ini. Di kota ini, wisatawan dapat menikmati beragam bangunan indah yang menjadi saksi berkembangnya peradaban Islam masa lampau.

Bangunan-bangunan unik nan cantik seperti Benteng Arc FortressChashma AyubMausoleum Ismail SamaniMasjid Kalon dan Masjid Magoki Attori tetap berdiri kokoh di Bukhara sejak berabad-abad lalu. Banyaknya bangunan peninggalan sejarah membuat kota ini ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. (Ism)

WhatsApp chat